Pondok Pesantren Al Anwar Paculgowang didirikan pada tahun 1989 oleh KH. Muhaimin Syuhadi. Nama "Al Anwar Paculgowang" diambil dari nama kakek beliau, yakni KH. Anwar Alwi, nama tersebut sengaja diambil sebagai penanda sejarah sekaligus Tafa'ulan terhadap ke ilmuan KH. Anwar Alwi. Pondok Pesantren Al Anwar Paculgowang semakin hari semakin berkembang dengan tetap moderat (tawasuth) yakni tetap mempertahankan tradisi Salafusholihin dengan adanya pengajian bandongan, sorogan dan lain-lain. Pondok Pesantren Al Anwar Paculgowang sekaligus lues karena berdifat adaptif terhadap tuntutan kebutuhan zaman melaui adanya kegiatan seminar sastra dan budaya, sarana media cetak tiga bulanan dan keterampilan-keterampilan lainya, Pondok Pesantren yang berdiri lima tahun sebelum pondok putri Al-Khodijiyah ini di asuh oleh tiga putra KH. Muhaimin Syuhadi Lingkungan Al Anwar Paculgowang dikemas sebagai bengkel rehabilitasi moral santri-santri. Kualitas santri akan diukur sebagai mana santri itu mendapat perawatan di rumahnya (pondok) tersebut. karenanya, untuk menumbuhkan santri yang berakhlakul karimah dan ilmu yang tinggi dibentuk serangkaian kegiatan rutin setiap harinya. Seperti dalam segi pengajian Ta'lim untuk menyadari akan mental identitasnya sebagai Tholabul ilmi (pencari ilmu), dalam segi prawatan lingkungan berwujud ro'an lingkungan pondok, hal semacam ini sejalalan dengan misi pondok tersebut, yakni "melaksanakan pendidikan agama yang dengan tujuan lahirnya santri yang memiliki wawasan ilmu ('aalim), kedewasaan prilaku (amil), kedewasaan mampu membaca kondisi dan perkembangan. masyarakat aqil) serta kedewasaan bersikap Arif. Demi terwujudnya Misi itu, dibuatkan serangkaian kegiatan harian, bulanan, dan tahunan untuk menjadi 'aalim, santri dibekali ilmu-ilmu umum di jenjang pendidikan formal, ilmu-ilmu agama di Madrasah Diniyah, dan untuk mengasah kedua ilmu tersebut terdapat jam khusus musyawaroh pelajaran umum setelah jama'ah sholat isya'. Dan musyawaroh Diniyah (metode sorogan) ketika ba'da magrib oleh Ustadz Diniyah dan santri senior. Untuk menjadi amil, santri digembleng dengan pengajian khusus kitab adab, diantara pegajian tersebut adalah pengajian Ta'lim pada juma'at pagi ba'da subuh, kuliah subuh pada rabu pagi, dan ahad pon (kegiatan bulanan, berisikan pengajian Bidayatul Hidayah), yang semuanya itu diampuh oleh pengasuh pondok pesantren Al Anwar Paculgowang. Mewujudkan komponen-kompoen misi lembaga membutuhkan waktu yang lama, santri tidak bisa mendapatkan ilmu sekejap mata, untuk menjadikan santri orang aqil, santri harus banyak belajar dan meningkatkanya melalui kemampuan public speaking atau analisis sosial, hal tersbt dijembatanii oleh kegiatan muhadoroh pondok yang dilakukan setiap senin malam selasa dan berbagai kegatan ekstrakulikuler untuk mengasah kemampuaan yang diminatinya.